Bismillah..
Setiap manusia punya pengalaman yang berkesan dalam hidupnya, seperti yang akan saya ceritakan kali ini.
Saya lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja, biasa dalam hal duniawi dan ukhrowi.
Bisa dibilang mungkin tidak ada yang special. Menjalani hari-hari layaknya anak-anak yang lain, bermain, bercanda, bersenda gurau pun sering kali kami pergunakan untuk saling mengisi kekosongan dirumah.
Hal hal yang wajib pun seperti menimba ilmu dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi dapat saya jalani dengan baik.
Hingga sampai di satu titik, Alloh sampai hidayahnya melalui tangan seorang tante, adik perempuan dari ayah. Ia menyadarkan saya, membuka mata saya bagaimana indahnya agama yang saya peluk dari kecil hingga kini, dan mengajarkan saya bagaimana bisa membuat hati dan pikiran kita menjadi tenang dengan banyak berinteraksi Sang Kholiq.
Hingga ketika ajal datang menjemput kita sudah siap menerimanya.
Dan disitulah titik balik perjuangan dan pergolakan batin pun dimulai.
Berawal dari ketertarikan untuk belajar tentang ilmu agama, hingga akhirnya sesuatu yang berkesan dalam hidup pun tiba.
Saya pun akhirnya mantab memutuskan untuk berhijab. Meski dengan berbagai pertimbangan yang akhirnya dapat terkalahkan.
Alloh memberikan hidayah melalui cara yang tak pernah kita duga, entah itu menyenangkan atau pun menyedihkan. Tante dari ayah pun Alloh panggil menghadap-Nya. Belum lagi banyak ilmu yang saya dapatkan, saya harus kehilangan dia.
Sedih dan menyesal rasanya, kenapa tidak dari jauh-jauh hari saya menuruti kata-katanya. Entah kenapa hati ini di hantui perasaan bersalah.
Semoga Alloh menjadikannya penghuni syurga... Aamiin.
Penyesalan memang selalu datang diakhir, tak pernah ada yang bisa tau apa yang akan terjadi pada diri kita nanti.
Alhamdulillah penyesalan itu kini berbuah manis, karena penyesalan itu lah timbul keinginan untuk terus belajar mengenal-Nya, memperbaiki hubungan dengan-Nya dan memperbanyak membaca kalam-Nya.
Melalui proses yang tidak mudah dan jalan yang panjang, Alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik.
Benarlah bila pepatah bilang,
"bila ada kemauan pasti ada jalan".
Alloh berikan jalan hidayah-Nya sedikit berkelok dan mendaki.
Hingga kini perjuangan sebuah penyesalan itu menghantarkan saya kepada sebuah pilihan hidup yang nyata sebagai seorang muslimah sejati.
Semoga Alloh istiqomahkan saya dengan pilihan ini.
Aamiin Allohumma Aamiin..
-Dian Larasati -
Setiap manusia punya pengalaman yang berkesan dalam hidupnya, seperti yang akan saya ceritakan kali ini.
Saya lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja, biasa dalam hal duniawi dan ukhrowi.
Bisa dibilang mungkin tidak ada yang special. Menjalani hari-hari layaknya anak-anak yang lain, bermain, bercanda, bersenda gurau pun sering kali kami pergunakan untuk saling mengisi kekosongan dirumah.
Hal hal yang wajib pun seperti menimba ilmu dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi dapat saya jalani dengan baik.
Hingga sampai di satu titik, Alloh sampai hidayahnya melalui tangan seorang tante, adik perempuan dari ayah. Ia menyadarkan saya, membuka mata saya bagaimana indahnya agama yang saya peluk dari kecil hingga kini, dan mengajarkan saya bagaimana bisa membuat hati dan pikiran kita menjadi tenang dengan banyak berinteraksi Sang Kholiq.
Hingga ketika ajal datang menjemput kita sudah siap menerimanya.
Dan disitulah titik balik perjuangan dan pergolakan batin pun dimulai.
Berawal dari ketertarikan untuk belajar tentang ilmu agama, hingga akhirnya sesuatu yang berkesan dalam hidup pun tiba.
Saya pun akhirnya mantab memutuskan untuk berhijab. Meski dengan berbagai pertimbangan yang akhirnya dapat terkalahkan.
Alloh memberikan hidayah melalui cara yang tak pernah kita duga, entah itu menyenangkan atau pun menyedihkan. Tante dari ayah pun Alloh panggil menghadap-Nya. Belum lagi banyak ilmu yang saya dapatkan, saya harus kehilangan dia.
Sedih dan menyesal rasanya, kenapa tidak dari jauh-jauh hari saya menuruti kata-katanya. Entah kenapa hati ini di hantui perasaan bersalah.
Semoga Alloh menjadikannya penghuni syurga... Aamiin.
Penyesalan memang selalu datang diakhir, tak pernah ada yang bisa tau apa yang akan terjadi pada diri kita nanti.
Alhamdulillah penyesalan itu kini berbuah manis, karena penyesalan itu lah timbul keinginan untuk terus belajar mengenal-Nya, memperbaiki hubungan dengan-Nya dan memperbanyak membaca kalam-Nya.
Melalui proses yang tidak mudah dan jalan yang panjang, Alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik.
Benarlah bila pepatah bilang,
"bila ada kemauan pasti ada jalan".
Alloh berikan jalan hidayah-Nya sedikit berkelok dan mendaki.
Hingga kini perjuangan sebuah penyesalan itu menghantarkan saya kepada sebuah pilihan hidup yang nyata sebagai seorang muslimah sejati.
Semoga Alloh istiqomahkan saya dengan pilihan ini.
Aamiin Allohumma Aamiin..
-Dian Larasati -
Aamiin
BalasHapusSemoga kita semua istiqomah belajar untuk meraih rida menuju jannahNya
Aamiin Allohumma Aamiin
HapusJazakillah mba Nova
Aamiin Allohumma Aamiin
HapusJazakillah mba Nova
Semoga selalu istiqomah di jalan-Nya mbak Dian...
BalasHapusAamiin Allohumma Aamiin
HapusMakasih ya
Aamiin Allohumma Aamiin
HapusMakasih ya
Insya Allah Tante disana mendapatkan aliran pahala yang baik dari setiap kebaikan yang mbak lakukan... Aamiin...
BalasHapusAamiin Allohumma Aamiin
HapusMakasih doanya ya
Aamiin Allohumma Aamiin
HapusMakasih doanya ya
Aamiin semoga selalu istiqomah ya mbak..
BalasHapusAamiin Allohumma Aamiin
HapusMakasih doanya ya
Aamiin Allohumma Aamiin
HapusMakasih doanya ya
Jika hidayah bisa ku beli, tentu akan membelinya sebanyak mungkin untuk orang yang ku cintai. nisce kerennn..
BalasHapusWah bener banget tuh kang...
HapusHidayah-Nya itu special
Ga terbeli...
Wah bener banget tuh kang...
HapusHidayah-Nya itu special
Ga terbeli...