Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

"Marah Membuat Lupa"

Bagai menutup akal pikiran.. Marah akan berujung penyesalan.. Apalagi marah di pagi hari.. Hingga dzikir pun luput dibaca kembali.. Dari Aban bin Utsman berkata, "Aku telah mendengar Utsman (ibnu Affan) radhiyyallahu 'anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang ketika memasuki waktu petang mengucapkan, "بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ Dengan nama Allah Dzat yang dengan menyebut namaNya, sesuatu apapun yang ada di bumi dan di langit tidak akan mampu membahayakan. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.. (dibaca 3 kali) Niscaya dia tidak tertimpa musibah secara tiba-tiba hingga waktu pagi. Dan barangsiapa yang mengucapkannya ketika memasuki waktu pagi tiga kali.. Niscaya dia tidak tertimpa musibah secara tiba-tiba sampai dia memasuki waktu petang..” (periwat hadits) berkata: Aban bin Utsman tertimpa peny...

"Bersabar"

BerSaBaR itu bukan berarti hanya diam diri, menunggu dan tidak melakukan apapun ... ;) Tapi berSaBaR dalam ikhtiar yang tiada henti ... Serta mampu melewati rintangan dan cobaan dalam upaya tersebut.. InsyaAllah.. itu baru sebenar-benarnya SaBaR... ^_^ Have a Nice Day ya sahabatku ;)

"Beginilah Mereka Bersahabat"

Adalah Thalhah bin Abdurrahman bin Auf  orang kaya yang dermawan di masanya. Ayahnya, Abdurrahman bin Auf, adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Suatu saat sang istri berujar, "Tak pernah kulihat orang yang layak dicela selain teman-temanmu." "Kenapa begitu?" tanya Thalhah dengan tenang. "Bagaimana tidak, kuperhatikan seksama, pas kamu berpunya mereka mendekatimu. Giliran kamu tak punya apa-apa, mereka seakan menjauhimu!" jawab sang istri dengan berapi-api. "Demi Allah, aku melihatnya berbeda, sayang. Inilah keluhuran akhlak mereka. Mereka berkunjung saat tahu kita mampu memuliakan mereka... Sebaliknya, mereka tahan diri untuk tak bertandang kepada kita di saat tahu kita tak mampu memenuhi hak-hak mereka sebagai tamu,"  jelas Thalhah pada istrinya. Begitu menyejukkan sikap Thalhah. Ia menahan diri untuk menghakimi sahabat-sahabatnya. Ia memaknai perilaku teman-temannya dari sudut terbaik, yang tidak membuka ...

"Harapan"

Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap kepada selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya. -Imam Syafi'i- Tuh kan... Berharap itu cuma sama Allah aja... Ngga boleh sama yang lain ya ;)