Belajar berempati nggak mesti nunggu besar atau dewasa Terbukti sekali, empati pada anak-anak bisa lebih mudah ditemukan Dengan sikap yang natural dan seadanya terkadang mereka tidak menyadari hal itu. Seperti kejadian semalam, saat pulang dari kantor, duo krucil cerita tentang apa yang terjadi seharian disekolah mereka secara bergantian. Saya sengaja membiasakan hal ini, agar mereka terbiasa juga bercerita tentang apa yang mereka alami. Karena si kakanya lebih cenderung pendiam kalau diluar dan uminya belum bisa membersamai mereka 24 jam. Seperti biasa si bungsu yang suka mendahului 😉 Nisa : Umi, tadi Nisa udah kumpulin dompetnya ke bu Guru. Umi : Alhamdulillah, emang tadi Nisa kasih infaq berapa? Nisa : Semuanya mi... (Jawabnya sambil senyum-senyum.. ) Umi : MasyaAlloh . Trus tadi nggak jajan dong? Nisa : Iya mi, nggak papa mi. Kan buat bantu orang-orang yang di Rohingya. Lagian kan Nisa udah bawa bekel sama makanan juga. Umi : Alha...
Memaknai hidup agar lebih bermanfaat