Awan mulai menghitam dan matahari pun mulai tenggelam ketika aku menyusuri jalan kecil yang biasa aku lewati saat masih bersekolah dulu. Jalan yang dulu selalu ramai dengan riuh canda tawa teman-teman. Ah rasanya hati mulai rindu akan masa-masa itu. Masa dimana aku tak pernah merasa resah dan gelisah seperti yang aku rasakan sekarang ini. Perjalanan hidup ini memang harus dilalui setiap manusia. Kalau ada yang bilang, perempuan lemah soal perasaan, mungkin itu benar. Karena aku pun merasakannya saat ini. Virus merah jambu mulai menggoda dan menggelitik hati. Semua pertahanan diri goyah. Hanya karena sosok seorang Alief. Kakak kelas satu tahun diatasku, ia sosok laki-laki yang agamis, idealis yang aktif di Rohis kampus. Baru beberapa kali saja melihatnya menjadi moderator di acara kajian, rasanya ada yang beda. Padahal belum pernah sekalipun mengenalnya secara langsung. Karena kami memang tidak pernah berinteraksi sampai dengan saat ini. Acara kajian tadi siang, cukup menyita...
Memaknai hidup agar lebih bermanfaat