Langsung ke konten utama

"Ketika Rasa Itu Datang"


Awan mulai menghitam dan matahari pun mulai tenggelam ketika aku menyusuri jalan kecil yang biasa aku lewati saat masih bersekolah dulu. Jalan yang dulu selalu ramai dengan riuh canda tawa teman-teman. Ah rasanya hati mulai rindu akan masa-masa itu. Masa dimana aku tak pernah merasa resah dan gelisah seperti yang aku rasakan sekarang ini.
Perjalanan hidup ini memang harus dilalui setiap manusia. Kalau ada yang bilang, perempuan lemah soal perasaan, mungkin itu benar. Karena aku pun merasakannya saat ini. Virus merah jambu mulai menggoda dan menggelitik hati. Semua pertahanan diri goyah. Hanya karena sosok seorang Alief. Kakak kelas satu tahun diatasku, ia sosok laki-laki yang agamis, idealis yang aktif di Rohis kampus.
Baru beberapa kali saja melihatnya menjadi moderator di acara kajian, rasanya ada yang beda. Padahal belum pernah sekalipun mengenalnya secara langsung. Karena kami memang tidak pernah berinteraksi sampai dengan saat ini.
Acara kajian tadi siang, cukup menyita perhatianku. Karena Kak Alief ternyata kali ini menjadi narasumber yang mengisi kajian, menggantikan ustadz yang berhalangan hadir. Ia membawakan materi tentang ‘hati dan segala permasalahannya’. Meski hanya mendengar suaranya saja, hati ini sudah berdebar-debar.
Karena beberapa waktu belakangan, saat dalam hening sosok kak Alief selalu hadir dalam mimpi dan ingatan. Tanpa sadar aku juga mulai sering memikirkannya dan berandai-andai. Bahagia sekali kalau aku bisa menikah dengannya, itu yang selalu ada dikepala. Qila bangun! Kamu nggak boleh bermimpi. Kenal juga belum, udah mengkhayal macam-macam aja. Belum tentu dia juga mau sama kamu, pikirku.
Apakah ini yang namanya jatuh cinta ?

***
Pagi ini aku sengaja datang lebih awal, karena masih harus menyelesaikan tugas. Kampus masih sepi. Motor ku lajukan dengan agak kencang, namun celaka tiba-tiba selip dan akhirnya aku dan motor terjatuh tepat di belokan pintu masuk parkiran kampus.
Brakk!  tubuhku langsung terasa lemas.  Dan tiba-tiba, terdengar suara,
“Hati-hati mbak, sini saya bantu angkat motornya. Mbak bangun dulu saja.”
Seperti mengenal suaranya, langsung ku tengok kearah suara itu, dan betul itu suaranya kak Alief, semua perasaan ber campur jadi satu antara senang dan malu. Duh, mengapa harus bertemu kak Alief dalam kondisi seperti ini.
“Makasih ya kak.” sambil bangun dan merapikan baju dan hijabku.
Selesai memarkirkan motorku, kak Alief pun menghampiriku. Dan ia bertanya,
“Mbak nggak papa?”
“Iya nggak papa kak” jawabku tertunduk malu.
“Eh itu tangannya berdarah” sambil menunjuk ke punggung tanganku yang sebelah kanan.
“Iya kena aspal tadi pas jatuh” sambil membersihkan tangan pakai tissue.
“Mbak tunggu di sini dulu ya, sebentar saya ambilkan antiseptic dulu, biar nggak infeksi”
Aku menjawab dengan anggukan kepala. Sampai akhirnya aku dengar suaranya lagi,
“Ini mbak obatnya..” kak Alief menyodorkan obat antiseptic untukku.
“Oh, iya kak makasih ya, maaf ya sudah merepotkan” sambil menyerahkan kembali obatnya. Kak Alief ternyata perhatian juga batinku.
“Iya sama-sama, santai aja. Kalau sudah nggak papa saya tinggal ya.”
Sepeninggal kak Alief, aku langsung berlari menuju kelas. Menenangkan diri dan masih memikirkan kejadian tadi. Bagaimana kalau nanti ketemu kak Alief lagi? Baru tersadar ternyata tadi kami belum kenalan, semoga saja kak Alief bisa lupa dengan kejadian tadi.  

***

Pukul 02.30 dini hari..
Alarm pun berdering, rutinitas pagiku untuk membuka hari sudah memanggil.

Setelah selesai sholat, aku kembali memikirkan kejadian kemarin pagi. Senyum-senyum sendiri, membayangkan kak Alief lagi. Kenapa jadi semakin memikirkannya ya, sungguh ini tidak boleh terjadi, aku harus berusaha menjaga diri, hati dan perasaanku.
Kembali ku panjatkan doa lirih disertai linangan air mata penyesalanku.

“Ya Alloh, aku memohon petunjuk kepadaMu dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan kepadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon kepadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahu segala perkara yang ghaib. Ya Alloh, seandainya Engkau mengetahui bahwasanya dalam hatiku ini telah terpatri sebuah nama yaitu Kak Alief lelaki yang telah membuat aku jatuh cinta. Bila ia adalah baik bagiku, agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat, takdirkanlah ia bagiku dan permudahkanlah serta berkahilah bagiku padanya dan seandainya Engkau mengetahui bahwasanya ketertarikanku dan rasa cintaku pada kak Alief ini mendatangkan keburukan bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat, maka jauhkanlah aku darinya dan takdirkanlah kebaikan untukku dalam keadaan apapun dan jadikanlah aku ridho atasnya. Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.”

Aamiin Allohumma Aamiin…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Belajar Dari AKAR"

AKAR, ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yg KERAS, demi sebatang pohon. Ketika pohon TUMBUH, berdaun RIMBUN, berBUNGA indah, lalu BERBUAH, banyak orang memuji pohon itu.. apakah AKAR juga mendapat pujian..?? TIDAK sama sekali..!! tapi... AKAR tak pernah mengeluh, ia tetap berada sembunyi di dlm tanah, dan terus bekerja utk mencari makanan bagi pohon, agar tetap tumbuh dan berbuah. Dari AKAR-lah kita belajar tentang KETULUSAN & KERENDAHAN HATI... Apapun yg kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hati karena ALLAH.... InsyaAllah #ikhtiarku

"Belajar dari Akar"

Bismillaah.. Harus belajar Lebih banyak lagi dari AKAR... Kenapa AKAR ? Karena seperti yang kita tahu, Akar itu Pekerja Keras. Ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, demi sebatang pohon yang ia hidupi... Pernah liat Pohon yang tumbuh Besar kan ? Ketika pohon itu mulai TUMBUH, daun-daun pun mulai bermunculan, kemudian tumbuh bunga-bunga yang indah dan bermekaran. Bunga yang indah pun menghiasi pohon tersebut. Tidak hanya bunga, pohon juga bisa menghasilkan Buah Hingga banyak orang yang mulai memuji pohon itu.. Akar hanyalah akar.. Apakah AKAR juga dapat pujian..?? TIDAK samasekali..!! Tapi... AKAR tidak pernah mengeluh, ia tetap berada ditempatnya,  bersembunyi di dalam gelapnya tanah, sambil terus bekerja dan mencari makanan untuk sang pohon. Dari AKAR-lah kita belajar tentang kekuatan,  keikhlasan, ketulusan serta kerendahan hati. Kekuatan hati dan jiwa dapat membuat kita menjadi manusia yang kuat. So, Apapun yg kita perbuat, perb...

"Yang Luar Biasa"

Memaafkan saat orang lain berbuat kesalahan itu BIASA.. tapi berbuat baik pada yang bersalah itulah yang LUAR BIASA... Memberi saat berlebih itu BIASA.. tapi memberikan sesuatu di saat sempit... atau memberikan sesuatu yang masih kita sayangi serta kita butuhkan itulah yang LUAR BIASA... Bersyukur saat diberi nikmat itu BIASA.. tapi bersyukur saat kita didera musibah itulah yang LUAR BIASA... Kecewa saat hasil tak sesuai harapan itu BIASA.. tapi jika kecewa itu tidak membuatnya berhenti tuk berusaha mencapai impian itu baru LUAR BIASA... Semoga kita bisa menjadi pribadi yang LUAR BIASA... Have a nice day #dlaraz #MyRuzenka #GeraiAlthafunnisa