Kafaa billmauti waa-‘izhan..
Cukuplah kematian sebagai peringatan..
Allohu Rabbi..
Meski kondisi baik..
Meski tubuh sehat..
Meski usia masih muda
Semua tak berguna
Tatkala waktu untuk hidup didunia sudah habis..
Manusia tak bisa berkutik lagi, sudah tak lagi bisa menangis
Ya Allah,
Saat raga terkapar tak berdaya
Saat mulut tak dapat lagi berucap
Saat tangan tak dapat lagi menyentuh benda apapun
Saat kaki pun tak mampu lagi melangkah apalagi digerakkan
Tubuh mulai berasa kaku
Jiwa seakan melayang dan pergi jauh
Sekujur tubuh mulai berasa dingin
Darah seakan tak mengalir lagi
Hingga jantung pun berhenti berdegup
Roh mulai tercabut perlahan dan ia melayang pergi
Meninggalkan jasad yang terbujur kaku.
YaAlloh,
Kini aku telah benar-benar mati
Aku dapat melihat dan menyaksikan bagaimana kondisi diri
Betapa rasanya hina diri ketika jasad hanya dapat menjadi tontonan
Entah berapa pasang mata yang mulai memandang perih
Beberapa mulai menangis dan merasa kehilangan
Mereka yang merasa kehilangan
Yang aku tahu itu adalah keluargaku
Ayah, ibu dan adik-adikku..
Namun aku melihat beberapa dari mereka mulai bergembira,
Dan merasa tenang dan lega
Tak kan terganggu lagi oleh keributan dirumahku lagi
Dan rintihan tangisku dimalam hari
Para pelayat datang silih berganti
Mereka membacakan surat Yasiin di sebelah kanan dan kiri
Jasad yang terbujur kaku
Kini tak lagi merasakan sembilu
Aku memang terlahir tak sempurna
Dengan ukuran tubuh yang tak biasa
Penampakan wajahku juga tak biasa
Setiap pasang mata yang melihat
Dapat mengenaliku dan penyakitku dengan mudah
Sehingga mereka tak mau lagi menyapa dan mendekat
Ya Robb,
Semoga Engkau berikan Kesabaran yang banyak untuk keluargaku
Untuk ibu dan ayahku, dan adik-adikku..
Semoga Engkau mudahkan bagi mereka dalam sakaratul maut nanti..
Dan jadikanlah husnul khotimah dipenghujung waktu hidup kami..
Aamiin allahumma aamiin
-dilasta-
#dlaraz
#tantangan
Cukuplah kematian sebagai peringatan..
Allohu Rabbi..
Meski kondisi baik..
Meski tubuh sehat..
Meski usia masih muda
Semua tak berguna
Tatkala waktu untuk hidup didunia sudah habis..
Manusia tak bisa berkutik lagi, sudah tak lagi bisa menangis
Ya Allah,
Saat raga terkapar tak berdaya
Saat mulut tak dapat lagi berucap
Saat tangan tak dapat lagi menyentuh benda apapun
Saat kaki pun tak mampu lagi melangkah apalagi digerakkan
Tubuh mulai berasa kaku
Jiwa seakan melayang dan pergi jauh
Sekujur tubuh mulai berasa dingin
Darah seakan tak mengalir lagi
Hingga jantung pun berhenti berdegup
Roh mulai tercabut perlahan dan ia melayang pergi
Meninggalkan jasad yang terbujur kaku.
YaAlloh,
Kini aku telah benar-benar mati
Aku dapat melihat dan menyaksikan bagaimana kondisi diri
Betapa rasanya hina diri ketika jasad hanya dapat menjadi tontonan
Entah berapa pasang mata yang mulai memandang perih
Beberapa mulai menangis dan merasa kehilangan
Mereka yang merasa kehilangan
Yang aku tahu itu adalah keluargaku
Ayah, ibu dan adik-adikku..
Namun aku melihat beberapa dari mereka mulai bergembira,
Dan merasa tenang dan lega
Tak kan terganggu lagi oleh keributan dirumahku lagi
Dan rintihan tangisku dimalam hari
Para pelayat datang silih berganti
Mereka membacakan surat Yasiin di sebelah kanan dan kiri
Jasad yang terbujur kaku
Kini tak lagi merasakan sembilu
Aku memang terlahir tak sempurna
Dengan ukuran tubuh yang tak biasa
Penampakan wajahku juga tak biasa
Setiap pasang mata yang melihat
Dapat mengenaliku dan penyakitku dengan mudah
Sehingga mereka tak mau lagi menyapa dan mendekat
Ya Robb,
Semoga Engkau berikan Kesabaran yang banyak untuk keluargaku
Untuk ibu dan ayahku, dan adik-adikku..
Semoga Engkau mudahkan bagi mereka dalam sakaratul maut nanti..
Dan jadikanlah husnul khotimah dipenghujung waktu hidup kami..
Aamiin allahumma aamiin
-dilasta-
#dlaraz
#tantangan
Komentar
Posting Komentar