Dear ukhtifillah,
Bagi yang sudah menikah,
berucap syukurlah karena Dien- nya sudah lengkap.
Semoga اللّهُmenjaga keutuhan rumah tangga dan menjadikannya keluarga SAMARA...
Bagi yang ‘on process’,
berucap syukurlah karena
Kita sedang bersiap-siap untuk melengkapi ½ Dien yg sudah ada.
Sambil berdoa semoga اللّهُ mempermudah segala sesuatunya...
Bagi yang sedang ‘mencari’,
turut berucap syukur juga ya
Itu tandanya sedang sama2 ‘diproses’ untuk dapat segera menyempurnakan Dien dengan pribadi lebih baik yg ‘fresh from the oven’.
Persiapkan dan pantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik..
Janji اللّهُ , wanita yg baik untuk laki2 yang baik dan begitupun sebaliknya...
Dalam perjalanan hidup ini pasti tdk akan pernah ada yg 100% mulus.
Begitu juga dalam hal ‘menjemput jodoh’ :)
Ada yang ‘on process’ tapi akhirnya gagal.
Kebahagiaan yang serasa mulai ada di depan mata tiba2 hancur dgn seketika.
Akan ada kalanya dimana kita tertawa bahagia & menangis tersedu-sedu. Itulah esensinya kehidupan. Semuanya tidak seindah & semudah harapan. Pasti akan ada saatnya kita terjatuh & terluka, sehingga kita merasa kesulitan untuk berdiri dengan tegap & berjalan seperti biasanya.
Jika kita terjatuh dan terluka, & luka itu terasa sangat menyakitkan, maka menangislah.
Datanglah & curahkan segala kesakitan itu padaNYA.
Mengadulah & katakanlah kalau hati ini sakit & terluka. Terluka karena cinta yang gagal menjadi milik kita.
“there can be miracles, when you believe” – When you believe by Mariah Carey.
Sambil menunggu ‘hari itu’ tiba, pantaskanlah diri kita utk dikabulkan doa2nya oleh ALLAH SWT. Perbaikilah diri kita secepat mungkin & jadilah ‘sebuah durian’ yg harumnya tercium tanpa harus di sentuh, bukan seperti ‘sebuah jeruk’ yg harus di sentuh & di cium dulu baru dapat tercium harumnya.
Dear ukhtifillah,
Luka kecewa bisa disebabkan oleh berbagai HAL..
Apa pun penyebabnya...
Sesungguhnya sebaik-baiknya tempat ‘mengadu’ itu hanya pada ALLAH semata, karena kerahasiaan sudah pasti terjaga, dan akan menghalangi kita utk meng-gibah (ngomongin orang).
Jd, mengadulah sepuasnya, rajin datang di 1/3 malamNYA, beristikharahlah. Sesungguhnya yg begitu jauh lebih baik daripada mengumbar perasaan secara berlebihan kemana-mana tanpa jelas arahnya.
Menangis & bersedih itu wajar, karena ada serpihan2 kekecewaan di ‘luka’ itu, tapi jangan terlalu lama.
Cari kesibukan & lakukan apa yg dpt dilakukan.
Cepat2lah memotivasi diri untuk bangkit lagi, karena cahaya kebahagiaan sedang menanti kita di depan sana.
Berdirilah dengan tegap, lalu tersenyumlah. Katakan betapa bersyukurnya kita akan ‘luka’ itu, krn jika ‘luka’ itu membuat kita jauh lebih cepat untuk menjadi pribadi yg jauh lebih baik, jawabannya adalah ‘kenapa tidak?’.
Lalu, hilangkan rasa ‘sakit hati’ & kata ‘menyesal’. Karena yang sudah terjadi itu bukan untuk disesali, tapi utk diperbaiki.
ALLAH tidak mungkin memberikan suatu ‘keputusan’ tanpa hikmah di dalamnya.
Layaknya kulit yang sakit karena terluka & menimbulkan bekas luka, suatu hari – luka yang tadinya besar jika rajin diobati maka luka itu akan mengecil dgn sendirinya. Begitu juga dgn hati. Luka di hati ini akan terasa tidak sakit lagi jika kita rajin mengobatinya dengan baik & benar.
Jadi, walaupun bekas lukanya akan tetap ada, tapi luka itu tidak akan terus terasa sakit karena waktu akan menyembuhkan segalanya.
Maka, ikhlaskan & tersenyumlah.
Hadapi – hayati – nikmati prosesnya.
Terus pancarkan aura kebaikan.
Jadikan diri kita ‘berharga’, karena kita adalah WANiTA :)
Semoga ALLAH memberikan yang ‘terbaik’ ya sahabat..
Aamiin Allahumma Aamiin
#dlaraz
Komentar
Posting Komentar