Langsung ke konten utama

Gubernur Pidato, Pianis Walk Out (seri Opini)


Beberapa hari ini, sempet tergelitik dengan perbincangan seputar walk out nya seorang pianis yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Penasaran gimana kejadian sebenarnya, langsung deh telusurin apa yang sebenarnya terjadi, biar jadi nggak salah paham dan gagal fokus juga.

Menurut banyak sumber, pada hari Sabtu kemarin, disaat Gubernur Terpilih untuk Jakarta Bapak Anies baswedan berpidato diacara HUT ke 90 Kanisius, di Kemayoran. Sosok pianis Ananda Sukarlan melakukan walk out (WO).

Tindakan pianis tersebut cukup menggemparkan dan menarik perhatian para netizen yang menyebabkan pro dan kontra juga dikalangan masyarakat.

Hmm...
Ada yang tau kenapa?

Usut punya usut, Pianis tersebut merasa kehadiran sosok Gubernur tersebut tidak sesuai dengan acara Kanisius yang pada akhirnya ia menyalahkan panitia.

Koq salah kenapa?

Karena menurutnya, nilai-nilai Pak Anies tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Kanisius tentang bersatu dalam perbedaan.

Ia mengatakan dalam pidatonya saat menerima penghargaan di acara tersebut,

"Kita di Kanisius bersatu dalam perbedaan, karena itu saya mau mengkritik panitia, bahwa kita telah mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang berbeda integritasnya dengan cara-cara yang diajarkan di Kanisius. Next time kita harus lihat dulu sosok seperti apa yang layak diundang,"

Tetapi, Gubernur DKI Jakarta bapak Anies Baswedan tidak mengetahui adanya tindakan walk out  tersebut, dikarenakan beliau sedang memberikan pidato.

"Saya malah baru tahunya (aksi WO Ananda Sukarlan) sesudah dalam kantor tadi pagi," ucap bapak Gubernur Anies Baswedan.

Mengenai beda pandangan, beliau pun angkat bicara dan menyampaikannya dengan elegant,

"Saya menghormati pandangan yang berbeda dan saya memberikan hak kepada siapa saja mengungkapkan dengan caranya. Bagian kami adalah menyapa semua, mengayomi semua, jadi itu tanggung jawab saya sebagai gubernur. Jadi, saya akan menyapa semua, mengayomi semua. Kalau ada reaksi negatif yah itu bonus buat saya, biasa aja," ungkap Gubernur Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (13/11/2017).

Bapak Gubernur juga menegaskan, bahwa acara kemarin bukanlah kegiatan pertamanya dengan Kanisius dan beliau memiliki banyak sahabat dari Kanisius, diantaranya Romo Baskoro dan Romo Beni yang ikut hadir dalam acara tersebut, dan semua baik-baik saja.

Perbedaan akan jadi indah bila disikapi dengan baik dan benar.

Seperti yang dilakukan oleh seorang Romo Magnis, yang ikut menanggapi dengan bijak, mengenai sikap permusuhan seorang pianis tersebut kepada seorang Gubernur, dan beliau mengatakan,

"Apa yang terjadi, bukanlah salah panitia, menurut saya memalukan dan saya sesalkan. Yaitu begitu Gubernur bicara, sebagian besar hadirin, mengikuti bapak Ananda meninggalkan ruangan. Andaikata Gubernur mengatakan sesuatu yang tidak senonoh/jahat/menghina, walk out dapat dibenarkan. Tetapi walk out kemarin menunjukkan adanya permusuhan terhadap pribadi Gubernur yang merupakan suatu penghinaan publik."

Marilah berpikir dengan jernih, dan menempatkan segala sesuatu pada porsinya.

Sebagai penutup, ada ungkapan yang cukup indah dari Muhammad Rasyid Ridha,

“Marilah kita tolong menolong pada perkara yang kita sepakati, dan mari kita saling menghargai pada perkara yang kita perselisihkan.”

Wallohu'alam...

Coretan
By Dian Larasati

#dlaraz
#PerempuanPunyaCerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Belajar Dari AKAR"

AKAR, ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yg KERAS, demi sebatang pohon. Ketika pohon TUMBUH, berdaun RIMBUN, berBUNGA indah, lalu BERBUAH, banyak orang memuji pohon itu.. apakah AKAR juga mendapat pujian..?? TIDAK sama sekali..!! tapi... AKAR tak pernah mengeluh, ia tetap berada sembunyi di dlm tanah, dan terus bekerja utk mencari makanan bagi pohon, agar tetap tumbuh dan berbuah. Dari AKAR-lah kita belajar tentang KETULUSAN & KERENDAHAN HATI... Apapun yg kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hati karena ALLAH.... InsyaAllah #ikhtiarku

"Belajar dari Akar"

Bismillaah.. Harus belajar Lebih banyak lagi dari AKAR... Kenapa AKAR ? Karena seperti yang kita tahu, Akar itu Pekerja Keras. Ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, demi sebatang pohon yang ia hidupi... Pernah liat Pohon yang tumbuh Besar kan ? Ketika pohon itu mulai TUMBUH, daun-daun pun mulai bermunculan, kemudian tumbuh bunga-bunga yang indah dan bermekaran. Bunga yang indah pun menghiasi pohon tersebut. Tidak hanya bunga, pohon juga bisa menghasilkan Buah Hingga banyak orang yang mulai memuji pohon itu.. Akar hanyalah akar.. Apakah AKAR juga dapat pujian..?? TIDAK samasekali..!! Tapi... AKAR tidak pernah mengeluh, ia tetap berada ditempatnya,  bersembunyi di dalam gelapnya tanah, sambil terus bekerja dan mencari makanan untuk sang pohon. Dari AKAR-lah kita belajar tentang kekuatan,  keikhlasan, ketulusan serta kerendahan hati. Kekuatan hati dan jiwa dapat membuat kita menjadi manusia yang kuat. So, Apapun yg kita perbuat, perb...

"Yang Luar Biasa"

Memaafkan saat orang lain berbuat kesalahan itu BIASA.. tapi berbuat baik pada yang bersalah itulah yang LUAR BIASA... Memberi saat berlebih itu BIASA.. tapi memberikan sesuatu di saat sempit... atau memberikan sesuatu yang masih kita sayangi serta kita butuhkan itulah yang LUAR BIASA... Bersyukur saat diberi nikmat itu BIASA.. tapi bersyukur saat kita didera musibah itulah yang LUAR BIASA... Kecewa saat hasil tak sesuai harapan itu BIASA.. tapi jika kecewa itu tidak membuatnya berhenti tuk berusaha mencapai impian itu baru LUAR BIASA... Semoga kita bisa menjadi pribadi yang LUAR BIASA... Have a nice day #dlaraz #MyRuzenka #GeraiAlthafunnisa