Adalah sebuah keniscayaan untuk seorang perempuan untuk menjalani pernikahan, memiliki suami dan kemudian memiliki anak-anak.
Sebuah pernikahan dilandasi dengan komitmen hidup yang dijalani sepasang manusia dalam menjalani kehidupan.
Untuk seorang perempuan setelah menikah, akan ada banyak konsekuen dan kompromi yang dihadapi dengan pasangan untuk mempertahankan hubungan hingga maut memisahkan.
Berbeda halnya ketika kita masih sendiri, mungkin kita pernah berpikir akan terasa indah jika punya pasangan, ada yang mengingatkan, ada yang menemani, ada yang selalu memperhatikan, ada yang selalu mendengarkan dan masih banyak lagi hal baik yang dimpi-impikan.
Tak jarang pasangan akan tetapi setelah menikah yang dirasakan justru sebaliknya, muncul jarak yang begitu jauh antara harapan dengan realitas yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga.
Ibaratnya sebuah perjalanan, terkadang dalam perjalanan kita menemukan kondisi ideal yang kita inginkan sehingga kita dengan mudah sampai pada tujuan, namun bisa juga kita menemukan kondisi yang tidak ideal sehingga membuat perjalanan kita akan terganggu.
Begitu juga dengan kehidupan pernikahan, ada tahap-tahapan yang akan kita lalui, penting untuk kita ketahui agar tidak “kaget” ditengah perjalanan, agar kita bisa menyiapkan diri menghadapinya sehingga terjadi kepanikan yang malah bisa membahayakan pernikahan kita sendiri.
Perlu kita ketahui, ada 5 Tahapan kehidupan yang dikutip Elmina dari pendapat Dawn J. Lipthroot, LCSW seorang marriage and relationship coach .
Tahapan Pertama,
Bulan Madu, ini adalah masa-masa manis.
Tahapan Kedua,
Bulan Madu vs Bulan Empedu
Dimana mulai ada konflik.
Tahapan Ketiga,
Kesadaran mencintai
Tahapan Keempat,
Komitmen untuk berubah menjadi lebih baik
Tahapan Kelima,
Makin bahagia bersamamu.
Kelima tahapan ini akan dilewati oleh setiap pasangan yang telah menikah.
Sebagai perempuan yang cenderung lebih mengedepankan perasaan, ada baiknya kita juga belajar untuk lebih memahami kelima tahapan ini.
Agar pernikahan idaman bisa terwujud.
Coretan #HariKeDuaPuluhDelapan
By Dian Larasati
#dlaraz
#AllAboutWoman
#PerempuanPunyaCerita
#SarapanKata
#JumpaPenulis
#KMOIndonesia
Sebuah pernikahan dilandasi dengan komitmen hidup yang dijalani sepasang manusia dalam menjalani kehidupan.
Untuk seorang perempuan setelah menikah, akan ada banyak konsekuen dan kompromi yang dihadapi dengan pasangan untuk mempertahankan hubungan hingga maut memisahkan.
Berbeda halnya ketika kita masih sendiri, mungkin kita pernah berpikir akan terasa indah jika punya pasangan, ada yang mengingatkan, ada yang menemani, ada yang selalu memperhatikan, ada yang selalu mendengarkan dan masih banyak lagi hal baik yang dimpi-impikan.
Tak jarang pasangan akan tetapi setelah menikah yang dirasakan justru sebaliknya, muncul jarak yang begitu jauh antara harapan dengan realitas yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga.
Ibaratnya sebuah perjalanan, terkadang dalam perjalanan kita menemukan kondisi ideal yang kita inginkan sehingga kita dengan mudah sampai pada tujuan, namun bisa juga kita menemukan kondisi yang tidak ideal sehingga membuat perjalanan kita akan terganggu.
Begitu juga dengan kehidupan pernikahan, ada tahap-tahapan yang akan kita lalui, penting untuk kita ketahui agar tidak “kaget” ditengah perjalanan, agar kita bisa menyiapkan diri menghadapinya sehingga terjadi kepanikan yang malah bisa membahayakan pernikahan kita sendiri.
Perlu kita ketahui, ada 5 Tahapan kehidupan yang dikutip Elmina dari pendapat Dawn J. Lipthroot, LCSW seorang marriage and relationship coach .
Tahapan Pertama,
Bulan Madu, ini adalah masa-masa manis.
Tahapan Kedua,
Bulan Madu vs Bulan Empedu
Dimana mulai ada konflik.
Tahapan Ketiga,
Kesadaran mencintai
Tahapan Keempat,
Komitmen untuk berubah menjadi lebih baik
Tahapan Kelima,
Makin bahagia bersamamu.
Kelima tahapan ini akan dilewati oleh setiap pasangan yang telah menikah.
Sebagai perempuan yang cenderung lebih mengedepankan perasaan, ada baiknya kita juga belajar untuk lebih memahami kelima tahapan ini.
Agar pernikahan idaman bisa terwujud.
Coretan #HariKeDuaPuluhDelapan
By Dian Larasati
#dlaraz
#AllAboutWoman
#PerempuanPunyaCerita
#SarapanKata
#JumpaPenulis
#KMOIndonesia

Komentar
Posting Komentar