Cinta itu anugerah..
Maka berbahagialah,
hidup kita sengsara bila tak punya cinta …
Ada yang pernah dengerin lagu itu?
Seperti yang digambarkan dalam lagu tersebut, cinta itu memanglah sebuah anugerah dari Alloh. Cinta bisa datang kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja.
Sudah menjadi sebuah kewajiban juga bagi manusia untuk saling mencintai terhadap sesamanya, cinta terhadap keluarga, saudara, teman dan sahabat.
Tapi pernah nggak sih ada yang ngalamin kejadian seperti judul diatas ?
Kita mencintai seseorang tapi kita malah menderita...
#ups Ironis sekali ya kedengarannya.
Banyak yang bilang, kalau cinta itu seperti sebuah misteri. Kadang bisa datang tiba-tiba, terkadang tumbuh begitu saja tanpa diminta. Kadang cinta juga tidak pernah memandang situasi dan kondisi, juga tidak memandang siapa orang yang merasakannya.
Seperti cinta yang dialami seorang perempuan ini, sebut saja ‘mawar’,
‘mawar’ loh ya bukan Ruzenka :D
#hallah apa coba..
Mawar adalah seorang perempuan yang menginjak dewasa, ia belum menikah. Ia mengakui bahwa ia telah merasakan cinta dan jatuh hati kepada seorang laki-laki. Hal yang wajar dong ya namanya juga masa puber. Iya sih, namun menjadi hal yang tidak wajar adalah ketika sosok lelaki yang dicintainya adalah lelaki yang telah berkeluarga.
OMG… apa kata dunia…
Mungkin sebagian orang akan mulai berpikir yang aneh-aneh tentang Mawar
Ih koq jatuh cinta sama suami orang sih?
Ih kaya nggak ada laki-laki lain aja…
Tapi pernahkah berpikir untuk mencari alasannya, atau minimal bertabayun agar tidak terpikir hal yang negatif tentang si Mawar ini.
Usut punya usut, ternyata cinta hadir begitu saja di dalam hatinya, tanpa ia sadari. Berawal dari interaksi biasa antara sesama relasi dalam hubungan pekerjaan. Hingga akhirnya tumbuh benih cinta dihatinya. Padahal sampai dengan saat ini pun semuanya masih biasa, karena bunga juga tidak pernah menyampaikan apapun kepada lelaki tersebut, jadi laki-laki tersebut tidak pernah mengetahuinya.
Nah yang jadi masalahnya kemudian adalah, Mawar mengakui bahwa ia jatuh cinta karena charisma laki-laki tersebut, pembawaannya yang dewasa dan bersahabat sehingga semua itu menimbulkan rasa ‘nyaman’. Merasakannya kenyamanan seorang diri saja. Bahkan ia bahkan takut ketika harus berkomunikasi dan berinteraksi dengan laki-laki tersebut.
Dalam hal ini, Mawar cukup pandai untuk mengelola perasaannya. Ia sadar ketika cinta yang datang itu tidak selalu harus diperturutkan dan bisa diredam, namun bisa juga untuk tetap dijaga, dan pilihan itu ada padanya. Dan dia memilih untuk meredam semua perasaannya itu.
Sebagai perempuan muslimah, ia amat sangat mengerti dan tahu secara pasti bahwa cintanya itu tidak benar dan tidak akan bermuara pada sebuah pernikahan.
Dan ia pun mengingat sebuah firman Alloh,
“maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”
[QS. Asy Syams: 8]
Pernah kah terpikir betapa berat perjuangan seorang Mawar, ketika ia harus memilih untuk meredam dan mengubur dalam-dalam perasaan cintanya.
Ia berjuang sekuat tenaga untuk melawan perasaannya, berusaha semakin dekat pada Alloh disertai dengan banyak berdoa yang diiringi linangan airmata.
“Ya Alloh, jika cinta ini datangnya dari Mu ya Alloh, sesungguhnya Engkau-lah yang kuasa mengaturnya. Cinta itu asalnya dari hati dan hanya Alloh lah yang Maha Menguasai hati.”
Setiap saat hanya itu yang ia minta pada Alloh, tanpa tahu kapan rasa itu akan hilang dari dalam hatinya.
Ya Alloh ya Robb, perjuangan yang luar biasa. Mengubur rasa cinta sedalam-dalamnya memanglah bukan hal yang mudah. Rasanya sudah tentu sedih dan menyakitkan, seperti yang dikatakan Anis Matta dalam Serial Cinta -nya, cinta antara laki-laki dan perempuan tanpa pernikahan adalah sebuah penderitaan.
“Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa.”
Memang tidak ada hal lain yang dapat dilakukan, selain lebih mendekatkan diri kepada Alloh, sambil selalu berusaha menundukkan hati dan berpasrah pada-Nya.
“Ya Alloh, Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu”
[HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad]
Semoga Alloh memberikan yang terbaik untuk Mawar dan menjaga hatinya agar tetap dalam jalan yang diridhoi Alloh…
Semoga Alloh juga melindungi kita semua..
Aamiin Allohuma Aamiin
Coretan
by Dian Larasati
#dlaraz
#allaboutwoman
#PerempuanPunyaCerita
Gambar : kartun muslimah
Maka berbahagialah,
hidup kita sengsara bila tak punya cinta …
Ada yang pernah dengerin lagu itu?
Seperti yang digambarkan dalam lagu tersebut, cinta itu memanglah sebuah anugerah dari Alloh. Cinta bisa datang kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja.
Sudah menjadi sebuah kewajiban juga bagi manusia untuk saling mencintai terhadap sesamanya, cinta terhadap keluarga, saudara, teman dan sahabat.
Tapi pernah nggak sih ada yang ngalamin kejadian seperti judul diatas ?
Kita mencintai seseorang tapi kita malah menderita...
#ups Ironis sekali ya kedengarannya.
Banyak yang bilang, kalau cinta itu seperti sebuah misteri. Kadang bisa datang tiba-tiba, terkadang tumbuh begitu saja tanpa diminta. Kadang cinta juga tidak pernah memandang situasi dan kondisi, juga tidak memandang siapa orang yang merasakannya.
Seperti cinta yang dialami seorang perempuan ini, sebut saja ‘mawar’,
‘mawar’ loh ya bukan Ruzenka :D
#hallah apa coba..
Mawar adalah seorang perempuan yang menginjak dewasa, ia belum menikah. Ia mengakui bahwa ia telah merasakan cinta dan jatuh hati kepada seorang laki-laki. Hal yang wajar dong ya namanya juga masa puber. Iya sih, namun menjadi hal yang tidak wajar adalah ketika sosok lelaki yang dicintainya adalah lelaki yang telah berkeluarga.
OMG… apa kata dunia…
Mungkin sebagian orang akan mulai berpikir yang aneh-aneh tentang Mawar
Ih koq jatuh cinta sama suami orang sih?
Ih kaya nggak ada laki-laki lain aja…
Tapi pernahkah berpikir untuk mencari alasannya, atau minimal bertabayun agar tidak terpikir hal yang negatif tentang si Mawar ini.
Usut punya usut, ternyata cinta hadir begitu saja di dalam hatinya, tanpa ia sadari. Berawal dari interaksi biasa antara sesama relasi dalam hubungan pekerjaan. Hingga akhirnya tumbuh benih cinta dihatinya. Padahal sampai dengan saat ini pun semuanya masih biasa, karena bunga juga tidak pernah menyampaikan apapun kepada lelaki tersebut, jadi laki-laki tersebut tidak pernah mengetahuinya.
Nah yang jadi masalahnya kemudian adalah, Mawar mengakui bahwa ia jatuh cinta karena charisma laki-laki tersebut, pembawaannya yang dewasa dan bersahabat sehingga semua itu menimbulkan rasa ‘nyaman’. Merasakannya kenyamanan seorang diri saja. Bahkan ia bahkan takut ketika harus berkomunikasi dan berinteraksi dengan laki-laki tersebut.
Dalam hal ini, Mawar cukup pandai untuk mengelola perasaannya. Ia sadar ketika cinta yang datang itu tidak selalu harus diperturutkan dan bisa diredam, namun bisa juga untuk tetap dijaga, dan pilihan itu ada padanya. Dan dia memilih untuk meredam semua perasaannya itu.
Sebagai perempuan muslimah, ia amat sangat mengerti dan tahu secara pasti bahwa cintanya itu tidak benar dan tidak akan bermuara pada sebuah pernikahan.
Dan ia pun mengingat sebuah firman Alloh,
“maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”
[QS. Asy Syams: 8]
Pernah kah terpikir betapa berat perjuangan seorang Mawar, ketika ia harus memilih untuk meredam dan mengubur dalam-dalam perasaan cintanya.
Ia berjuang sekuat tenaga untuk melawan perasaannya, berusaha semakin dekat pada Alloh disertai dengan banyak berdoa yang diiringi linangan airmata.
“Ya Alloh, jika cinta ini datangnya dari Mu ya Alloh, sesungguhnya Engkau-lah yang kuasa mengaturnya. Cinta itu asalnya dari hati dan hanya Alloh lah yang Maha Menguasai hati.”
Setiap saat hanya itu yang ia minta pada Alloh, tanpa tahu kapan rasa itu akan hilang dari dalam hatinya.
Ya Alloh ya Robb, perjuangan yang luar biasa. Mengubur rasa cinta sedalam-dalamnya memanglah bukan hal yang mudah. Rasanya sudah tentu sedih dan menyakitkan, seperti yang dikatakan Anis Matta dalam Serial Cinta -nya, cinta antara laki-laki dan perempuan tanpa pernikahan adalah sebuah penderitaan.
“Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa.”
Memang tidak ada hal lain yang dapat dilakukan, selain lebih mendekatkan diri kepada Alloh, sambil selalu berusaha menundukkan hati dan berpasrah pada-Nya.
“Ya Alloh, Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu”
[HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad]
Semoga Alloh memberikan yang terbaik untuk Mawar dan menjaga hatinya agar tetap dalam jalan yang diridhoi Alloh…
Semoga Alloh juga melindungi kita semua..
Aamiin Allohuma Aamiin
Coretan
by Dian Larasati
#dlaraz
#allaboutwoman
#PerempuanPunyaCerita
Gambar : kartun muslimah

Hati yang mudah dibolak-balik ini semoga tidak berujung pada penyesalan. Yakinkan diri bahwa cinta hakiki hanya untuk Ilahinya
BalasHapusAamiin
BalasHapus