Ada yang pernah dengar kisah SANG KODOK ??
Kalau dengar kisah ini, rasanya malu sama si kodok ini kalau kita mudah patah semangat...
Hmmm begini ceritanya ... :)
Ada sekelompok kodok sedang berjalan jalan di hutan, dan dua di antara mereka jatuh kedalam sebuah lubang.
Kodok-kodok yang lain berkumpul mengelilingi lubang tempat teman mereka terjatuh...
Nah ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik berhenti melompat dan lebih baik mati.
Karena mereka merasa tidak bisa menolong 2 kodok yg jatuh tadi..
Kasian ya.. :(
Namun kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar teman-temannya dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada.
Sampai akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata teman-temannya yang lain dan menyerah.
Dia terjatuh dan mati.
Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan usahanya untuk melompat dan terus melompat...
Meski teman-temannya terus berkomentar di pinggiran lubang meminta agar ia berhenti berusaha dan mati saja.
Dia bahkan berusaha lebih kencang dan hingga akhirnya ia berhasil keluar dari lubang itu..
:) :)
Ketika dia sampai diatas,
Teman-temannya bertanya,
"Mengapa kamu tidak mendengar teriakan kami?"
Lalu kodok yang selamat itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.
Ternyata ya ...
Si kodok yg tuli itu menganggap bahwa teman-temannya tadi telah memberikan semangat :)
Itu sepenggal ceritanya..
**
Sedikit hikmah yang bisa kita ambil dari cerita diatas adalah..
Kekuatan hidup dan mati kita ada di lidah :)
Kekuatan kata-kata yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari.
Sedangkan kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang"jatuh" dapat membunuh semangat dan diri mereka.
Itu tandanya kita harus berhati hati dengan apa yang akan kita ucapkan.
Kalau dengar kisah ini, rasanya malu sama si kodok ini kalau kita mudah patah semangat...
Hmmm begini ceritanya ... :)
Ada sekelompok kodok sedang berjalan jalan di hutan, dan dua di antara mereka jatuh kedalam sebuah lubang.
Kodok-kodok yang lain berkumpul mengelilingi lubang tempat teman mereka terjatuh...
Nah ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik berhenti melompat dan lebih baik mati.
Karena mereka merasa tidak bisa menolong 2 kodok yg jatuh tadi..
Kasian ya.. :(
Namun kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar teman-temannya dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada.
Sampai akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata teman-temannya yang lain dan menyerah.
Dia terjatuh dan mati.
Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan usahanya untuk melompat dan terus melompat...
Meski teman-temannya terus berkomentar di pinggiran lubang meminta agar ia berhenti berusaha dan mati saja.
Dia bahkan berusaha lebih kencang dan hingga akhirnya ia berhasil keluar dari lubang itu..
:) :)
Ketika dia sampai diatas,
Teman-temannya bertanya,
"Mengapa kamu tidak mendengar teriakan kami?"
Lalu kodok yang selamat itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.
Ternyata ya ...
Si kodok yg tuli itu menganggap bahwa teman-temannya tadi telah memberikan semangat :)
Itu sepenggal ceritanya..
**
Sedikit hikmah yang bisa kita ambil dari cerita diatas adalah..
Kekuatan hidup dan mati kita ada di lidah :)
Kekuatan kata-kata yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari.
Sedangkan kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang"jatuh" dapat membunuh semangat dan diri mereka.
Itu tandanya kita harus berhati hati dengan apa yang akan kita ucapkan.
Komentar
Posting Komentar