Apa itu Gas Air Mata ?
Gas air mata adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkaniritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan. Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan maupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisiandalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan.
Bahan kimia yang sering dipakai pada gas air mata antara lain gas CS, CN, CR, dansemprotan merica gas OC.
Gas air mata mengandung zat-zat beracun, seperti Chlorobenzylidene malononitrile (CS Gas). CS Gas bisa menyebabkan iritasi pada selaput lendir mata, hidung, tenggorokan, dan perut. Efek yang bisa ditimbulkan gas ini adalah mata sulit berkedip, sakit kepala dan sensasi terbakar. Namun, efek ini diperkirakan akan hilang dalam waktu sejam.
Namun, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa iritasi pada pernapasan dan mulut bisa berlangsung hingga sebulan.
Maklum, efek gas air mata menyebabkan mata terasa perih, susah bernafas, dan batuk kering.
Menurut penelitian Dokter Leoncio Queiroz Neto, seorang ophthalmologist Brazil, mengungkapkan fakta bahwa penggunaan gas air mata sangat berbahaya bagi mata, pernapasan, dan kesehatan manusia.
Menurut Dokter Leoncio Queiroz, reaksi mata ketika terkena gas air mata adalah bertahan (defensif). Lalu terjadi sensasi seperti terbakar, mata berair, memerah, kornea melebar.
“Ujung-ujungnya penghilatan menjadi kabur,” kata Dokter Queiroz Neto.
Lebih lanjut, kata Queiroz Neto, reaksi alami dari orang yang terkena gas air mata adalah menempelkan atau mengusapkan tangan ke mata.
“Ini justru memperburuk efek yang ditimbulkan oleh zat gas air mata, menyebarkannya dan mempenetrasi lebih jauh,” ujarnya.
Katanya, efek gas air mata juga akan tambah parah jika orang menggunakan pakaian atau kain yang diusapkan ke bagia mata atau wajah.
"Kain yang diresapi oleh zat gas air justru mempercepat penguapan zat-zat gas air mata,” paparnya.
Dokter Queiroz Neto berpesan, mereka yang menderita konjungtivitis untuk menghindari dari aksi yang mengarah pada bentrokan dan penggunaan gas air mata.
“Mereka yang menggunakan kontak lensa mata harus mencabutnya. Karena dapat menyebabkan kerusakan pada kornea mata,” ujarnya.
Selain itu, Ia menambahkan, wanita hamil, orang yang mengidap alergi, penderita asma harus dijauhkan dari gas air mata.
“Dampak gas air mata bisa berakibat fatal terhadap mereka,” katanya.
Gas air mata adalah salah satu senjata pihak kepolisian menghadapi pendemo. Di negara manapun, termasuk Indonesia gas air mata selalu digunakan kala menghadapi pendemo yang rusuh.
Selain itu, dokter Queiroz mengingatkan, jika terlanjur mata sudah terkena gas air mata, maka bersihkan dengan air dingin. Biasanya, aktivis akan menggunakan odol atau pasta gigi untuk mengurangi efek gas air mata. Maklum, pasta gigi punya efek gigi yang bisa mengurangi rasa perih pada mata.
Jangan membasuh mata dengan tangan yang masih kotor. Ia juga mengusulkan agar aktivis tidak membasuh mukanya dengan kain atau tangan ketika terkena gas air mata.
Bagaimana rupanya?
Selongsong gas air mata panjangnya hanya sekitar 10 Cm atau sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa. Benda ini seperti peluru, ditembakkan melalui pistol pelontar.
Jika ditembakkan dan jatuh, gas air mata akan mengeluarkan asap tebal warna putih. Jika manusia terkena asap ini secara langsung, organ tubuh seperti mata, hidung, dan mulut akan langsung bereaksi.
Wajah akan langsung terasa panas seperti terbakar saat terkena gas air mata. Biasanya juga disertai dengan keluarnya air mata, batuk-batuk, dan bersin. Jika langsung terkena dan tidak kuat, seseorang bahkan bisa mengalami sesak nafas dan pingsan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Nah sekarang udah tau kan, bahayanya Gas Air Mata itu ?
Yang sehat atau tidak punya penyakit khusus aja bisa sampai sesak nafas dan dilarikan ke RS apalagi yang punya riwayat penyakit tertentu.
Wallohu'alam bishowab
-dl4R4S-
Artikel ini dikutip dari beberapa sumber :
Wikipedia
Nusma Indah (berdikarionlinedotcom)
(bar/ndr) detikdotcom
Foto diambil dari detikdotcom
Gas air mata adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkaniritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan. Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan maupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisiandalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan.
Bahan kimia yang sering dipakai pada gas air mata antara lain gas CS, CN, CR, dansemprotan merica gas OC.
Gas air mata mengandung zat-zat beracun, seperti Chlorobenzylidene malononitrile (CS Gas). CS Gas bisa menyebabkan iritasi pada selaput lendir mata, hidung, tenggorokan, dan perut. Efek yang bisa ditimbulkan gas ini adalah mata sulit berkedip, sakit kepala dan sensasi terbakar. Namun, efek ini diperkirakan akan hilang dalam waktu sejam.
Namun, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa iritasi pada pernapasan dan mulut bisa berlangsung hingga sebulan.
Maklum, efek gas air mata menyebabkan mata terasa perih, susah bernafas, dan batuk kering.
Menurut penelitian Dokter Leoncio Queiroz Neto, seorang ophthalmologist Brazil, mengungkapkan fakta bahwa penggunaan gas air mata sangat berbahaya bagi mata, pernapasan, dan kesehatan manusia.
Menurut Dokter Leoncio Queiroz, reaksi mata ketika terkena gas air mata adalah bertahan (defensif). Lalu terjadi sensasi seperti terbakar, mata berair, memerah, kornea melebar.
“Ujung-ujungnya penghilatan menjadi kabur,” kata Dokter Queiroz Neto.
Lebih lanjut, kata Queiroz Neto, reaksi alami dari orang yang terkena gas air mata adalah menempelkan atau mengusapkan tangan ke mata.
“Ini justru memperburuk efek yang ditimbulkan oleh zat gas air mata, menyebarkannya dan mempenetrasi lebih jauh,” ujarnya.
Katanya, efek gas air mata juga akan tambah parah jika orang menggunakan pakaian atau kain yang diusapkan ke bagia mata atau wajah.
"Kain yang diresapi oleh zat gas air justru mempercepat penguapan zat-zat gas air mata,” paparnya.
Dokter Queiroz Neto berpesan, mereka yang menderita konjungtivitis untuk menghindari dari aksi yang mengarah pada bentrokan dan penggunaan gas air mata.
“Mereka yang menggunakan kontak lensa mata harus mencabutnya. Karena dapat menyebabkan kerusakan pada kornea mata,” ujarnya.
Selain itu, Ia menambahkan, wanita hamil, orang yang mengidap alergi, penderita asma harus dijauhkan dari gas air mata.
“Dampak gas air mata bisa berakibat fatal terhadap mereka,” katanya.
Gas air mata adalah salah satu senjata pihak kepolisian menghadapi pendemo. Di negara manapun, termasuk Indonesia gas air mata selalu digunakan kala menghadapi pendemo yang rusuh.
Selain itu, dokter Queiroz mengingatkan, jika terlanjur mata sudah terkena gas air mata, maka bersihkan dengan air dingin. Biasanya, aktivis akan menggunakan odol atau pasta gigi untuk mengurangi efek gas air mata. Maklum, pasta gigi punya efek gigi yang bisa mengurangi rasa perih pada mata.
Jangan membasuh mata dengan tangan yang masih kotor. Ia juga mengusulkan agar aktivis tidak membasuh mukanya dengan kain atau tangan ketika terkena gas air mata.
Bagaimana rupanya?
Selongsong gas air mata panjangnya hanya sekitar 10 Cm atau sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa. Benda ini seperti peluru, ditembakkan melalui pistol pelontar.
Jika ditembakkan dan jatuh, gas air mata akan mengeluarkan asap tebal warna putih. Jika manusia terkena asap ini secara langsung, organ tubuh seperti mata, hidung, dan mulut akan langsung bereaksi.
Wajah akan langsung terasa panas seperti terbakar saat terkena gas air mata. Biasanya juga disertai dengan keluarnya air mata, batuk-batuk, dan bersin. Jika langsung terkena dan tidak kuat, seseorang bahkan bisa mengalami sesak nafas dan pingsan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Nah sekarang udah tau kan, bahayanya Gas Air Mata itu ?
Yang sehat atau tidak punya penyakit khusus aja bisa sampai sesak nafas dan dilarikan ke RS apalagi yang punya riwayat penyakit tertentu.
Wallohu'alam bishowab
-dl4R4S-
Artikel ini dikutip dari beberapa sumber :
Wikipedia
Nusma Indah (berdikarionlinedotcom)
(bar/ndr) detikdotcom
Foto diambil dari detikdotcom
Komentar
Posting Komentar