Pernikahan yang barokah adalah dambaan setiap manusia, terutama perempuan.
Setelah menikah, setiap perempuan pasti punya keinginan untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.
Memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia.
Namun perlu disadari bahwa, sebuah rumah tangga yang bahagia tentu tidak dapat terjadi tanpa adanya proses dan pembelajaran dari masing-masing pasangan.
Betul apa betul?
Seperti yang sudah kita bahas kemarin, ada lima tahapan yang wajib dilalui oleh setiap pasangan yang telah menikah. Mulai dari masa yang senang-senang, masa yang sedih-sedih, masa yang saling berintrospeksi diri, masa saling sadar untuk mencintai, hingga sampai dimana masa untuk bersama dalam bahagia.
Kelima masa atau tahapan ini lah yang menjadi prosesnya. Karena kebahagiaan dalam rumah tangga bukanlah sebagai hasil yang tiba-tiba datang begitu saja, melainkan sebuah proses panjang yang membutuhkan perjuangan yang luar biasa saatjatuh dan bangunnya.
Sama halnya seperti yang diajarkan di dalam agama Islam, manusia dianjurkan agar mengurus dan menjaga keluarganya agar tercipta rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.
Memang sih bukan hal yang mudah, namun bukan berarti sulit terus tidak mau berusaha.
Kalau sudah bicara masalah ini, lagi-lagi kita mesti samakan dulu persepsi dengan pasangan kita.
Misalnya saja masalah tujuan berumah tangga, itu pun harus jelas, sepaham dan sama visi misinya.
#ups
Ada pepatah yang bilang :
'Satu kapal dua nahkoda'
Nah, coba itu apa jadinya jika hidup bersama namun berbeda tujuan.
Semua jadi masing-masing dan nggak jelas tujuan nya mau kemana.
Tujuan dasar dalam berumah tangga sebenarnya yaitu menjalankan misi khalifah fil ard dan memakmurkan kehidupan di muka bumi.
Dalam hal ini islam memerintahkan agar kaum muslimin hendaknya menikah dengan satu agama atau sesama muslim. Selain dari agar saling memperkuat umat muslim, juga berhubungan dengan bagaimana keluarga tersebut menjalankan fungsinya.
Karena perbedaan agama otomatis akan mempengaruhi nilai-nilai yang ada. Untuk itu kebahagiaan akan dicapai jika nilai-nilai yang diterapkan sama dan konsisten.
Setelah menyamakan tujuan, lalu kita kembalikan lagi ke niat awalnya.
Untuk apa sih menikah?
Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasululloh, bahwa setiap amalan tergantung kepada niatnya. Niat yang buruk walaupun amalan terlihat baik tentu bernilai buruk dan keliru. Tentu saja hal ini tidak bisa menjadi pahala di hadapan Alloh SWT.
Ada banyak niat yang dimiliki setiap orang untuk berumah tangga. Ada yang sekedar karena cinta manusia, ada yang karena harta, ada yang karena prestis, dan lain sebagainya.
Jangan sampai salah ya!
Sebagai muslim, niat menikah adalah untuk ibadah dan menggenapkan setengah agama. Untuk itu, menjalankan rumah tangga tentu saja bagian dari ibadah karena di dalamnya suami istri bisa saling membangun akhlak, mengingatkan, mensupport, menghasilkan keturunan, dan lain sebagainya.
Setelah menikah, bukan berarti semua aman-aman saja ya, karena setiap pasangan juga punya peran masing-masing. Dan disitulah peran pasangan untuk saling melengkapi.
Sebagai perempuan, haruslah bisa menjalani aneka perannya. Mulai dari menjaga amanah suami, melayani suami, hingga mendidik anak-anak nya nanti.
Kalau ada sedikit perbedaan ataupun kekurangan, itu bukanlah hal yang harus diperdebatkan atau dipermasalahkan.
Karena pada dasarnya setiap pasangan itu diciptakan untuk saling melengkapi, saling memahami dan saling menutup kekurangan masing-masing.
Karena perempuan tercipta sebagai makhluk yang lembut dan sensitif, maka terkadang lebih mudah terpancing emosi.
Untuk itu, jalan satu-satunya untuk dapat bahagia adalah saling memahami dan menutupi kekurangan dengan kelebihan yang ada.
Dan membuka hati untuk dapat menerima segala sesuatunya dengan lapang.
Keep on Fight
Keep on Faith
By Dian Larasati
#dlaraz
#AllAboutWoman
#PerempuanPunyaCerita
#SarapanKata
#JumpaPenulis
#KMOIndonesia
Gambar : buletinislami

Mau menerima kelebihan pasangan tapi juga harus mau menerima kekurangan pasangan, karena kita juga manusia yg tak sempurna.... Semoga selalu berbahagia...
BalasHapus