Langsung ke konten utama

"Jihadnya Perempuan"

Hari ini, tanpa sengaja lagi melihat pemandangan seorang perempuan yang sedang hamil besar, yang masih wara-wiri mengantar anaknya ke sekolah.

MasyaAlloh, terkadang hati ini berdecak kagum..
Padahal sering kali kaum perempuan itu dibilang lemah, dibilang tak berdaya...

Tapi nyatanya?

Nggak semua anggapan itu benar, dan nggak semua yang dipikirkan itu betul.
Perempuan yang notabene adalah seorang ibu rumah tangga, yang katanya urusannya cuma berkutat di sumur, didapur dan dikasur, ternyata sosok yang setrong.

Mesti tidak dapat dipungkiri, tiga bagian "ur" tadi tetaplah melekat di dirinya.

Coba deh kalau kita pikir-pikir akan pemandangan tadi,  betapa kuat nya seorang perempuan dengan segala kondisinya ia tetap harus berjuang dalam menyelesaikan semua tugasnya.
Kebayang dong, dengan beban yang tidak ringan didalam perutnya,  yang selalu ia bawa kemana pun iya pergi, itu adalah merupakan bagian dari jihadnya. Kalau melihat kondisi sekarang sudah jauh berbeda.

Pernahkan terpikir ketika seorang perempuan haruslah tegar dalam situasi apapun, bahkan tak jarang ia pun menyembunyikan perasaan sedih dan kecewanya didepan anak-anaknya.

Pernahkah terbayangkan bila seorang perempuan, seorang ibu,  seorang istri sakit..
Apa yang akan terjadi pada keluarganya?
Perempuan haruslah dalam keadaan yang selalu sehat,  agar semua aktivitas dan rutinitas didalam dan diluar rumah bisa terus berjalan tanpa hambatan.

Sampai pernah terpikir,  ketika sosok perempuan,  sosok ibu,  sosok istri sudah tidak ada lagi didalam rumahmu, akan kah ada sosok yang mengurus rumah dan anak-anak dan pekerjaan lainnya?

Tidak hanya sebatas tugas yang berupa pekerjaan fisik yang mereka selesaikan, namun ada sebuah tugas yang harus mereka selesaikan, yaitu tugas mengisi ruhiyah.

Karena bila ruhiyah mereka tidak terisi,  mereka akan menjadi lemah dan mudah berkeluh kesah.
Karena spirit ruhiyah merupakan penguat iman, yang kadang naik dan kadang turun tak tentu.

Disamping itu sosok perempuan terkadang butuh waktu buat me-time.
Merileks kan diri, beristirahat sejenak dari segala macam kesibukan,  agar bisa kembali fresh dan bisa kembali beraktivitas.

By Dian Larasati

Komentar

  1. Ka bolehkah saya sedikit mnambahkan, mngkin nanti yg lebih ahli berPendapat lain..
    "... Ternyata sosok yang setrong". Penulisannya tetep kaya bahasa inggris aja kak jadi "strong".
    Trus penggabungan kata "nya dan "pun" disambung gak terpenggal spasi.
    "... Yang selalu Ia bawa kemana pun iya pergi, itu adalah merupakan bagian dari jihadnya."
    kalo kata saya, penggunaan kata "Ia" disinikan menunjukan orang. Jdi pakai kata "Ia" bukan "Iya". Krna "Iya" spt sbuah pernyataan. trus kata "adalah dan merupakan" , mending pkai 1 kata aja ka. Pakai kata "adalah" nya saja sidah cukup menjelaskan. Spt itu kak, itu mnurut pndangan saya.. hehehe

    Silakan mampir blog ku ka, no. 24 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih masukannya mba Renee,
      Iya memang masih acak-acakan EYD nya nih...

      Hapus
    2. Trimakasih masukannya mba Renee,
      Iya memang masih acak-acakan EYD nya nih...

      Hapus
    3. Tapi ilustrasinya bagus kaak..
      Semangat buat kita semua untuk ngODOP-nya...

      Hapus
  2. Dibalik kelembutan seorang perempuan, ada kekuatan yang tidak dimiliki pria :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Belajar Dari AKAR"

AKAR, ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yg KERAS, demi sebatang pohon. Ketika pohon TUMBUH, berdaun RIMBUN, berBUNGA indah, lalu BERBUAH, banyak orang memuji pohon itu.. apakah AKAR juga mendapat pujian..?? TIDAK sama sekali..!! tapi... AKAR tak pernah mengeluh, ia tetap berada sembunyi di dlm tanah, dan terus bekerja utk mencari makanan bagi pohon, agar tetap tumbuh dan berbuah. Dari AKAR-lah kita belajar tentang KETULUSAN & KERENDAHAN HATI... Apapun yg kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hati karena ALLAH.... InsyaAllah #ikhtiarku

"Belajar dari Akar"

Bismillaah.. Harus belajar Lebih banyak lagi dari AKAR... Kenapa AKAR ? Karena seperti yang kita tahu, Akar itu Pekerja Keras. Ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, demi sebatang pohon yang ia hidupi... Pernah liat Pohon yang tumbuh Besar kan ? Ketika pohon itu mulai TUMBUH, daun-daun pun mulai bermunculan, kemudian tumbuh bunga-bunga yang indah dan bermekaran. Bunga yang indah pun menghiasi pohon tersebut. Tidak hanya bunga, pohon juga bisa menghasilkan Buah Hingga banyak orang yang mulai memuji pohon itu.. Akar hanyalah akar.. Apakah AKAR juga dapat pujian..?? TIDAK samasekali..!! Tapi... AKAR tidak pernah mengeluh, ia tetap berada ditempatnya,  bersembunyi di dalam gelapnya tanah, sambil terus bekerja dan mencari makanan untuk sang pohon. Dari AKAR-lah kita belajar tentang kekuatan,  keikhlasan, ketulusan serta kerendahan hati. Kekuatan hati dan jiwa dapat membuat kita menjadi manusia yang kuat. So, Apapun yg kita perbuat, perb...

"Yang Luar Biasa"

Memaafkan saat orang lain berbuat kesalahan itu BIASA.. tapi berbuat baik pada yang bersalah itulah yang LUAR BIASA... Memberi saat berlebih itu BIASA.. tapi memberikan sesuatu di saat sempit... atau memberikan sesuatu yang masih kita sayangi serta kita butuhkan itulah yang LUAR BIASA... Bersyukur saat diberi nikmat itu BIASA.. tapi bersyukur saat kita didera musibah itulah yang LUAR BIASA... Kecewa saat hasil tak sesuai harapan itu BIASA.. tapi jika kecewa itu tidak membuatnya berhenti tuk berusaha mencapai impian itu baru LUAR BIASA... Semoga kita bisa menjadi pribadi yang LUAR BIASA... Have a nice day #dlaraz #MyRuzenka #GeraiAlthafunnisa