Paradigma pendidikan atau pola didik keluarga-keluarga di Indonesia banyak diwarnai kekerasan. Semuanya terjadi karena orangtua PERNAH MENDAPAT POLA DIDIK KERAS dari orangtuanya dulu. Kekerasan terwarisi pada mereka dan diturunkan lagi kepada generasi selanjutnya.
Warisan pola didik kekerasan, menurut para pakar psikologi anak, membuat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mudah pemarah. Terutama sekali perilaku buruk yang pernah menjadi trauma akan sangat mempengaruhi jiwa anak. Semua tidak muncul begitu saja, tetapi didapat dari orangtua dan orang-orang dewasa disekitarnya.
Karena itu jika ingin anaknya memiliki perilaku sopan dan santun, berikan pola asuh yang baik. Hindari pola didik keras sejak dini. Anak akan meniru perilaku orangtua saat kecil. Dididik dengan santun, perilaku anak pun akan sopan. Jika kelak ia berkeluarga ia akan menerapkan pola didik yang beretika.
Pola didik kekerasan memang terlihat sangat banyak beredar di masyarakat kita. Beragam alasan muncul sebagai pembenaran pola asuh yang dilakukan orangtua.
Sebagian beranggapan hanya dengan kekerasan dan disiplin ketat, anak akan kuat dan mandiri. Orangtua berharap anaknya kelak bisa hidup tanpa bergantung kepada orang lain.
Dan mirisnya, sebagian lagi beralasan bahwa pola didik kasar serta penuh kekerasan yang diterapkan ke anaknya itu sebagai ajang balas dendam pada apa yang diterimanya dulu.
Dalam ilmu psikologi disebutkan ada dua FAKTOR yang MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDIVIDU ANAK.
PERTAMA, faktor hereditas yang bersifat alami. Dimana itu adalah hal yang DIWARISKAN dari kedua orangtua sebagai sifat bawaan.
KEDUA, faktor pemeliharaan atau pengasuhan dimana LINGKUNGAN berperan menghasilkan pengalaman interaksional dalam proses perkembangan sejak masih dalam kandungan.
Ketika memberikan pola asuh, orangtua harus MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK.
Ada tiga hal yang menjadi kebutuhan anak, yaitu:
- kebutuhan pada rasa aman..
- kebutuhan atas pengakuan bahwa ia ia merasa penting untuk dicintai...
- serta kebutuhan untuk mengontrol diri...
- kebutuhan atas pengakuan bahwa ia ia merasa penting untuk dicintai...
- serta kebutuhan untuk mengontrol diri...
Marilah mulai saat ini pahami kebutuhan anak untuk menyesuaikan pola asuh yang baik untuk dirinya dan orangtua
Komentar
Posting Komentar