Langsung ke konten utama

"Beginilah Mereka Bersahabat"

Adalah Thalhah bin Abdurrahman bin Auf  orang kaya yang dermawan di masanya. Ayahnya, Abdurrahman bin Auf, adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

Suatu saat sang istri berujar, "Tak pernah kulihat orang yang layak dicela selain teman-temanmu."

"Kenapa begitu?" tanya Thalhah dengan tenang.

"Bagaimana tidak, kuperhatikan seksama, pas kamu berpunya mereka mendekatimu. Giliran kamu tak punya apa-apa, mereka seakan menjauhimu!" jawab sang istri dengan berapi-api.

"Demi Allah, aku melihatnya berbeda, sayang. Inilah keluhuran akhlak mereka. Mereka berkunjung saat tahu kita mampu memuliakan mereka...

Sebaliknya, mereka tahan diri untuk tak bertandang kepada kita di saat tahu kita tak mampu memenuhi hak-hak mereka sebagai tamu,"  jelas Thalhah pada istrinya.

Begitu menyejukkan sikap Thalhah. Ia menahan diri untuk menghakimi sahabat-sahabatnya. Ia memaknai perilaku teman-temannya dari sudut terbaik, yang tidak membuka celah bagi benih prasangka yang dipercikkan setan kepadanya. Ia redam bara prasangka dalam diri istrinya terhadap sikap teman-temannya dengan sikap yang bijak dan pikiran yang terang.

Maka bersahabat adalah setapak jalan untuk selalu berprasangka baik pada sahabatnya. Berkaca pada Thalhah, kita bisa terjebak pada kacamata dan sudut pandang istrinya. Faktanya memang demikian; orang-orang itu datang di kala kaya dan menjauh di saat melarat.

Tapi fakta itu punya banyak penafsiran. Ia punya persepsi yang berbeda-beda. Di situlah celah dan godaannya. Di situ pula kita mesti waspada.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Belajar Dari AKAR"

AKAR, ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yg KERAS, demi sebatang pohon. Ketika pohon TUMBUH, berdaun RIMBUN, berBUNGA indah, lalu BERBUAH, banyak orang memuji pohon itu.. apakah AKAR juga mendapat pujian..?? TIDAK sama sekali..!! tapi... AKAR tak pernah mengeluh, ia tetap berada sembunyi di dlm tanah, dan terus bekerja utk mencari makanan bagi pohon, agar tetap tumbuh dan berbuah. Dari AKAR-lah kita belajar tentang KETULUSAN & KERENDAHAN HATI... Apapun yg kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hati karena ALLAH.... InsyaAllah #ikhtiarku

"Belajar dari Akar"

Bismillaah.. Harus belajar Lebih banyak lagi dari AKAR... Kenapa AKAR ? Karena seperti yang kita tahu, Akar itu Pekerja Keras. Ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, demi sebatang pohon yang ia hidupi... Pernah liat Pohon yang tumbuh Besar kan ? Ketika pohon itu mulai TUMBUH, daun-daun pun mulai bermunculan, kemudian tumbuh bunga-bunga yang indah dan bermekaran. Bunga yang indah pun menghiasi pohon tersebut. Tidak hanya bunga, pohon juga bisa menghasilkan Buah Hingga banyak orang yang mulai memuji pohon itu.. Akar hanyalah akar.. Apakah AKAR juga dapat pujian..?? TIDAK samasekali..!! Tapi... AKAR tidak pernah mengeluh, ia tetap berada ditempatnya,  bersembunyi di dalam gelapnya tanah, sambil terus bekerja dan mencari makanan untuk sang pohon. Dari AKAR-lah kita belajar tentang kekuatan,  keikhlasan, ketulusan serta kerendahan hati. Kekuatan hati dan jiwa dapat membuat kita menjadi manusia yang kuat. So, Apapun yg kita perbuat, perb...

"Yang Luar Biasa"

Memaafkan saat orang lain berbuat kesalahan itu BIASA.. tapi berbuat baik pada yang bersalah itulah yang LUAR BIASA... Memberi saat berlebih itu BIASA.. tapi memberikan sesuatu di saat sempit... atau memberikan sesuatu yang masih kita sayangi serta kita butuhkan itulah yang LUAR BIASA... Bersyukur saat diberi nikmat itu BIASA.. tapi bersyukur saat kita didera musibah itulah yang LUAR BIASA... Kecewa saat hasil tak sesuai harapan itu BIASA.. tapi jika kecewa itu tidak membuatnya berhenti tuk berusaha mencapai impian itu baru LUAR BIASA... Semoga kita bisa menjadi pribadi yang LUAR BIASA... Have a nice day #dlaraz #MyRuzenka #GeraiAlthafunnisa